Kiat Lengkap Esai LPDP Bagian IV

oleh Wahyu Arif

Tips Menulis Esai

Ada beberapa tips yang bisa saya berikan terkait dengan proses menulis esai:

  1. Ikuti aturan yang sudah ditentukan LPDP. Aturan pertama terkait dengan ukuran tulisan yaitu 500 – 700 kata. Jadi pastikan tulisan kita tidak kurang dan tidak melebihi batas ini.
  2. Sinkronkan ketiga tulisan. Isi ketiga tulisan bisa jadi akan saling beririsan satu sama lain, karena memang ketiganya berhubungan. Kalau sudah demikian, pastikan tulisan kita menjawab pertanyaan untuk masing-masing esai.
  3. Perhatikan sistematika tulisan. Paragraf apa yang kita gunakan, apakah induktif atau deduktif? Dimana letak kesimpulannya? Kemudian, hubungkan antara satu paragraf dengan berikutnya sehingga menjadi satu rangkaian yang berkesinambungan. Dengan demikian, pembaca akan mudah memahami sekaligus mengetahui bahwa alur pikir penulis sudah cukup sistematis. Lebih jauh lagi, jika kita menggunakan plot dalam menyusun esai, pastikan plot ini tergambar jelas dan sudah runut sesuai dengan alur yang kita buat. Salah-salah, alur yang terlalu rumit malah membuat esai kita diabaikan.
  4. Make the words yours. Jadikan kata-kata yang kita tuliskan merupakan kata-kata kita sendiri. Gaya bahasa kita, diksi kita, penggunaan majas dan aspek kebahasaan lainnya tergambar jelas dalam tulisan. Jika kita hanya sekadar menyalin tulisan orang lain dan disesuaikan dengan kondisi kita, tulisan yang dihasilkan tidak akan alami. Padahal, dari tulisan inilah terlihat jelas karakter kita. Maka dari itu, tidak perlu copy-pastekarya orang, karena salah-salah malah kita dibilang palsu oleh si panitia seleksi. Nggak mau, kan? Tulis saja, sekali lagi saya tekankan, dengan jujur dan tulus apa adanya. Itu jauh lebih baik, lebih menenangkan dan gak perlu pura-pura nanti pas wawancara, betul kan?
  5. I repeat, be the best version of yourself!Ini kalimat saya ulang entah berapa kali, tapi memang itulah cara terbaik menampilkan diri. Sejatinya di dalam diri kita itu ada keunikan yang sangat khas yang gak dimiliki satu orang pun di muka bumi. Keunikan itulah keunggulan kita, bukan sekadar pintar, cerdas, menarik, ganteng, cantik, dan sebagainya. Tuhan itu sebenar-benarnya Maha Adil yang ngasih kita kelebihan sekaligus kekurangan, jadi jangan kuwatir bakal kalah sama tetangga sebelah yang kelihatannya wah. Yang betul-betul keluar adalah jati diri kita, semangat kita, jiwa pemimpin kita, kebijaksanaa kita. Simply, your inner beauty will spark. 

  6. Literally, show them that you’re worthy. Esai yang kita buat harus “menjual”, meyakinkan pembacanya kalau kita memang punya integritas, punya jiwa kepemimpinan, kesungguhan dan motivasi yang kuat untuk belajar dan berkontribusi
  7. Pembuatan naskah dan proses pengeditan bisa berlangsung dalam waktu yang tidak sebentar. Bersabarlah, dan berjuanglah. Jujur saja, pada proses ini saya sampai begitu eneugmenatap ketiga esai di komputer saya yang alurnya masih berantakan. Oleh karena itu, proses pematangan (emangnya telur?) esai memang tidak sederhana, namun hasil yang didapat betul-betul sesuai dengan usaha kita. No pain no gain, dude! 

Kalau sudah jadi, jangan puas dulu. Tunjukkan hasil karya kita ini kepada orang-orang yang memang berkompeten untuk ditinjau ulang. Bisa jadi teman kerja, teman nongkrong, atau dosen pembimbing, atasan, siapa saja yang menurut kita punya kapasitas. Mintalah mereka meninjau dan mengritik dengan tulus dan jujur bagaimana esai kita menurut pendapat mereka pribadi, secara obyektif. Dengan demikian, kita tahu apa saja kekurangan tulisan kita yang sekiranya perlu diperbaiki. Tenang saja, tidak semua saran dan kritik harus dilakukan, kok. Sesuaikan saja dengan gambaran dalam pikiran kita tentang sebuah esai yang sempurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat