Yuni

Master Candidate in English Translation from Univ. Sebelas Maret

My name is Putri Yuni. I am a linguaphile, an information wrangle, a lifelong learner, armed with a bachelor’s degree in education training, years of teaching and experience researching. I love new experiences, meeting with diverse people. I enjoy all kinds of discussion, from the civic-minded to the absurd topics.

I’m usually the brains and not the muscle. I’ve both talked myself into trouble and back out of it more than once but I usually use my knowledge for good. This is why I want to be a dedicated, resourceful and goal-driven educator who wants all students to be successful learners

I am currently doing my master degree in translation. During my study, I have developed an excellent eye for detail due to the heavy demands of assignments and research. Over the last year, I have also balanced as an editor and translator on my free time. This proves that I have the potential to excel within a professional writing field; such as editing, proofreading.

SYLLABUS INTERMEDIATE WRITING: PERANGKAT SASTRA
oleh : Putri Yuni Utami

Topik Analisis Teks
Tema Perangkat Sastra
Sub Tema Majas Anafora dan Paradoks (Perbandingan)
Skill The course aims at developing a wide range of skills:

1. Perkembangan bahasa yang meliputi pembelajaran dan pemahaman grammar serta kosakata baru.

2. Writing skills, yang meliputi fokus spesifik pada literatur dan paragraf pendek serta menulis karangan.

3. Reading skills meliputi membelajaran teks naratif.

4. Listening skills meliputi pemahaman informasi secara detail.

Objektif 1. Siswa dapat membedakan sistem bahasa.

2. Siswa dapat membedakan tataran-tararan dalam sistem bahasa.

3. Siswa dapat membedakan klausa, group, leksis dalam teks serta penggunaannya.

4. Siswa dapat menganalisa unsur-unsur pembeda teks.

5. Siswa dapat memahami perangkat teks dan penggunaannya dalam teks

6. Siswa dapat memahami majas anafora dan majas paradoks dan penggunaannya

7. Siswa dapat menulis karangan sederhana dengan materi yang telah diajarkan

Bahan Ajar Utami 1. Materi dari guru

2. Penjelasan dari guru

Bahan Ajar Tambahan 1. Novel A Tale of Two Cities karangan Charles Dickens
Kategori Penilaian Ketentuan Penilaian
Diskusi Online Partisipasi Mingguan: Mulai diskusi, analisis dan komentar dalam 3 kali pertemuan. 80 %
Projek Tulisan satu paragraf menggunakan material yang telah diajarkan 20%

 

Pada dasarnya tiap sistem bahasa mempunyai tataran ranking. Bahasa Inggris pun seperti itu. Tataran ranking terbesar disebut dengan klausa, tataran di bawahnya disebut dengan group (kelompok) dan tataran paling kecil disebut dengan leksis.

Perumpamaan sederhananya, wajah adalah teks – atau istilah kerennya ‘wacana, diskursus, discourse. Wajah terdiri dari indera penglihatan, penciuman dan pengecap. Indera tersebut seperti klausa. Klausa mempunyai fungsi untuk menyampaikan makna dari penulis atau penutur bahasa. Dan klausa terdiri dari group, group ini bagaikan mata dan mata mempunyai bagian-bagian terkecil seperti iris, retina, bola mata, kelopak mata, dan bulu mata. Tiap bagian itu membantu proses manusia untuk melihat, begitu juga leksis sebagai tataran terkecil dari bahasa. Leksis juga membantu mengekspresikan makna atau pesan.

Sebagai contoh dua wajah berikut ini; Zayn Malik dan Harry Styles. Secara sepintas mereka berdua sama-sama memiliki sepasang mata, hidung dan mulut akan tetapi orang bisamengatakan bahwa mereka berbeda. Sama hal nya seperti sebuah teks. Jika dilihat tidak secara keseluruhan, teks hanya terdiri dari leksis, group dan klausa. Akan tetapi teks-teks tersebut mempunyai unsur-unsur berbeda. Sebagai mana pembeda Zayn dan Harry misal mata Zayn yang berwarna coklat, sedangkan mata Harry cenderung kebiruan. Teks mempunyai unsur pembeda pula. Salah satu unsur tersebut adalah perangkat sastra.

Ringkasan:

Bahasa memiliki sistem. Berikut ini tataran rankingnya

  • leksis (kata benda, kata sifat, kata kerja, kata keterangan)
  • group(nominal group, verba group, adverbial group)
  • Klausa simpleks dan klausa kompleks

Simak paragraf berikut ini:

 

It was the best of times, it was the worst of times, it was the age of wisdom, it was the age of foolishness, it was the epoch of belief, it was the epoch of incredulity, it was the season of Light, it was the season of Darkness, it was the spring of hope, it was the winter of despair, we had everything before us, we had nothing before us, we were all going direct to Heaven, we were all going direct the other way—in short, the period was so far like the present period, that some of its noisiest authorities insisted on its being received, for good or for evil, in the superlative degree of comparison only.

Charles Dickens – A Tale of Two Cities, Paragraf.1, baris, 1

 

Paragraf di atas menjelaskan kontroversi dan kontradiksi. Dickens merujuk pada dua kota; Paris dan London, yang pada saat itu sedang di bawah pengaruh gejolak Revolusi Perancis. Paragraf ini juga melatarbelakangi cerita mengenai persoalan-persoalan yang terjadi selama masa itu dan juga aegala macam kemajuan yang ikut serta pada saat bersamaan.

 

. Perangkat sastra yang digunakan adalah

  1. Majas Anafora: Pengulangan
  2. Majas Paradoks

 

Jika diperhatikan, paragraf di atas merupakan satu kalimat utuh. Kalimat adalah klausa yang dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca titik. Sehingga, paragraf di atas bisa dibilang terdiri dari klausa-klausa dependent, atau anak-anak kalimat yang tidak bisa berdiri sendiri.

 

Berikut ini adalah analisisnya:

  1. It was thebest of times, it was the worst of times,
  2. it was the age of wisdom, it was the age offoolishness,
  3. it was the epoch of belief, it was the epoch of incredulity,
  4. it was the season ofLight, it was the season of Darkness,
  5. it was the spring of hope, it was thewinter of despair,
  6. we hadeverything before us, we had nothing before us,
  7. we were all going direct toHeaven, we were all going direct the other way
  8. —in short, the period was so far like the present period, that some of its noisiest authorities insisted on its being received, for good or for evil, in the superlative degree of comparison only.

 

Kalimat 1-7 yang digaris bawah mengandung majas anafora, dengan pengulangan memberikan ritme  pada klausa. Kata-kata yang dicetak tebal mengandung majas paradoks, atau makna yang berlawanan pada frasa.

Majas Anafora

Majas ini selain berfungsi untuk menekankan ide yang paling penting dalam kalimat juga berfungsi menambah ritma sehingga kalimat lebih menyenangkan dibaca dan mudah diingat. Sebagai perangkat retoris, majas ini digunakan untuk menyulut emosi pembaca guna meyakinkan, menginspirasi, memotivasi mereka.

 

Majas Paradoks

Majas paradoks yang digunakan pada teks di atas berfungsi untuk mengkomunikasikan ironi pada pembaca dan juga menuntun pembaca pada subjek tertentu. Majas ini juga berfungsi untuk menumbuhkan perasaan tertarik di hati pembaca, serta membuat pembaca berpikir lebih dalam.

 

 

Kata-kata bermuatan Majas Paradoks
Best

(superlative of `good’) having the most positive qualities

Worst

(superlative of `bad’) most wanting in quality or value or condition

Wisdom

accumulated knowledge or erudition or enlightenment

Foolishness

the trait of acting stupidly or rashly

Belief

any cognitive content held as true

Incredulity

doubt about the truth of something

Light

a particular perspective or aspect of a situation

Darkness

an unilluminated area

Spring

the season of growth

Winter

the coldest season of the year;

Hope

expect and wish

Despair

he feeling that everything is wrong and nothing will turn out well

Everything

all things; all the things of a group or class.

Nothing

a quantity of no importance

Heaven

any place of complete bliss and delight and peace

The other way

in the opposite direction

 

Good

having desirable or positive qualities especially those suitable for a thing specified

Evil

morally bad or wrong

 

Kosakata:

Epoch: Masa

 

[Total: 0    Average: 0/5]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.
WhatsApp chat