Kiat Lengkap Esai LPDP Bagian II

oleh Wahyu Arif

Menulis Esai

Titik mulai menulis esai adalah saat yang tepat untuk merenung. Mengapa? Karena pada dasarnya ketiga pertanyaan yang diajukan LPDP melalui judul esai ini adalah pertanyaan reflektif. Masing-masing esai mengandung pertanyaan yang jawabannya harus terkandung di dalam isi esai tersebut. Yang tahu tentang jawaban dari ketiganya ya diri kita sendiri, maka dari itu tengoklah ke dalam diri kita sendiri, apa yang sudah, sedang dan akan kita lakukan. Ini berlaku untuk ketiga esai. Efeknya, terkadang kita jadi mewek-mewek atau malah penuh semangat membara karena mengingat apa yang sudah kita lakukan, nostalgia ceritanya. Tak apa, esai ini memang ditujukan untuk memberi kesan yang tidak terlupakan bagi pembacanya, jadi kalau kita sendiri bisa emosional, bagaimana dengan pembacanya nanti? Karena itu, jawablah setiap pertanyaan dengan jujur dan tulus dari dalam lubuk hati nurani yang paling dalam. #ciesokromantis #iniserius

Gagasan-gagasan yang tertulis secara acak adut tadi kemudian bisa mulai disusun dalam bentuk naskah. Tulis saja sesuai dengan apa yang ada di pikiran, apa pun yang melintas di kepala. Tulisan awal bisa meluber kemana-mana dari topik yang nyambung sampai topik yang nggak penting sama sekali. Ini bagus, berarti kita menjelajahi pikiran seluas-luasnya. Kalau kita punya waktu yang cukup untuk sekadar latihan, coba tuliskan naskah setiap hari dengan cara yang berbeda. Kita bisa menemukan banyak ide yang mengalir setiap harinya, memperindah tulisan. Beberapa teman saya bahkan bercerita kalau dia sendiri sampai membuat puluhan naskah sebelum akhirnya betul-betul matang dengan esainya. Ini waktunya melakukan percobaan dengan kemampuan menulis kita, jangan takut salah, karena nanti ada waktunya kita memperbaiki kesalahan. Justru semakin banyak kesalahan, semakin kita tahu mana yang benar, kan?

Dalam tulisan yang akan datang saya berikan gambaran kira-kira apa saja yang bisa dimasukkan ke dalam masing-masing esai. Ingat, kerangka karangan ini sangat subyektif sesuai pendapat saya pribadi. Anda bisa menulis dengan cara anda sendiri, karena esai ini adalah perwujudan anda di hadapan panitia seleksi. Tunjukkan keunikan anda, yang membuat anda beda dan menonjol di antara calon penerima yang lain. Be the best version of yourself!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat