Kiat Lengkap Esai LPDP Bagian I

oleh :  Wahyu Arif 

Halo lagi, pejuang beasiswa! =D

Esai sebagai bagian dari seleksi beasiswa terkadang jadi momok terutama buat yang belum terbiasa dengan tulis menulis. Semuanya memang (paling tidak) sarjana yang sudah lewat dari skripsi, tapi toh tidak semua sarjana menyukai kegiatan menulis. Maka dari itu, tulisan ini akan memberikan tips menulis esai, terutama ditujukan untuk proses seleksi beasiswa LPDP.

Tujuan esai-esai yang menjadi bagian dari seleksi administratif ini sebenarnya memang sejalan dengan tujuan seleksi beasiswa itu sendiri. Esai diharapkan merupakan tulisan asli si calon penerima beasiswa, karena dari sinilah panitia seleksi bisa mengetahui seluk beluk peserta seleksi termasuk kematangan mental, motivasi si penulis dan kesungguhannya dalam mendaftar beasiswa. Hal ini penting bagi panitia seleksi, karena tentunya mereka tidak ingin salah pilih orang yang ternyata sekadar mau jalan-jalan tanpa memikirkan studinya, atau sekadar main-main belaka. Ada lho, pendaftar yang seperti ini. Selain itu, esai ini pula yang menjadi dasar bagi pewawancara untuk menelusuri jati diri dan karakter si calon penerima beasiswa. Maka dari itu tulislah setulus dan sejujur mungkin. Satu dari 3 pewawancara itu adalah psikolog, lho.

Bikin esai sebenarnya adalah bagian seleksi yang gampang-gampang susah. Yang namanya seleksi beasiswa pastinya berupaya untuk menjangkau individu dari berbagai latar belakang kecerdasan yang berbeda, termasuk yang punya kemampuan menulis tapi tidak punya kecakapan bicara. Nah untuk orang-orang yang lebih suka mengungkapkan gagasan lewat tulisan, bagian seleksi yang satu ini bisa jadi senjata ampuh untuk menunjukkan kepada panitia seleksi beasiswa kemampuan akademik kita yang sesungguhnya. Buat yang suka menulis pun, harus berhati-hati karena harus menyesuaikan dengan jenis tulisan yang mau dibuat. Ingat, ini tulisan yang mau dibaca oleh panitia seleksi beasiswa, jadi tidak bisa sembarangan.

Menulis esai dalam seleksi LPDP ada 2 bagian. Yang pertama yang menjadi syarat administratif untuk bisa maju ke babak substantif, sedangkan yang kedua merupakan bagian dari seleksi substantif yang jadwalnya ditentukan bersamaan dengan verifikasi berkas, seleksi wawancara dan Leaderless Group Discussion (LGD). Khusus artikel ini, yang akan dibahas adalah penulisan esai sebagai bagian dari seleksi administratif yang terdiri dari 3 judul: rencana studi, kontribusi untuk Indonesia dan sukses terbesar.

                Sebelum Menulis

Persiapan menulis yang utama pastinya isi tulisan. Biasanya saat memikirkan isi tulisan, macam-macam gagasan berkelebatan di otak dan semuanya datang begitu cepat silih berganti. Judulnya saja ada tiga, makanya nggak heran kalau ide-ide banyak bermunculan selama waktu ancang-ancang ini. Inilah yang namanya brainstorming karena benar-benar ada “badai” gagasan di otak. Dalam kondisi seperti ini, tuliskan sekian banyak gagasan tadi meskipun dalam kondisi tidak teratur. Bisa di catatan, kertas apapun yang anda temukan saat itu juga, telepon genggam, laptop, apapun. Tujuannya agar kita bisa meninjau ulang gagasan-gagasan tadi dan bisa menyusunnya, menjadi pemanis atau bahkan isi utama tulisan.

Sembari memikirkan gagasan, mulailah banyak membaca. Membaca akan memperkaya khasanah pengetahuan dan memperluas gaya bahasa yang nanti kita pakai untuk menulis esai. Bacaannya bisa dari aneka sumber, misalnya jurnal yang berkaitan dengan studi, majalah, surat kabar, novel, cerpen atau contoh esai penerima beasiswa sebelumnya yang bisa ada di blog milik awardeeBlog-walking ini betul-betul bermanfaat lho, soalnya bakal ada banyak info yang bisa kita serap dari pengalamanawardee sebelum-sebelumnya.

Dari berbagai macam gagasan tadi, coba petakan dengan mindmap.Tujuan dari mindmap ini tidak lain agar gagasan yang kita punya untuk masing-masing tulisan bisa lebih terstruktur dan enak dibaca. Peta gagasan seperti gambar di bawah sangat membantu, agar setiap gagasan yang penting tidak terlewat dan agar tulisan tetap berada pada koridor sistematika yang diharapkan. Atau kalau tidak terbiasa dengan mindmap, cukup buat kerangka karangan yang mudah dipahami. Nggak perlu bikin yang rumit, tulisan itu intinya menyederhanakan hal yang rumit, bukan mau pamer kerumitan biar dikira jenius.

Pastikan mulai mempersiapkan tulisan ini dengan rentang waktu yang cukup jauh dari tenggat waktu. Umumnya server website beasiswa LPDP akan mengalami gangguan mendekati deadline, karena mulai banyak calon peserta yang melakukan submit dokumen. Nah, agar terhindar dari gangguan semacam ini, upayakan sebaik mungkin untuk men-submitdokumen beasiswa, termasuk esai ini tidak terlalu mepet dari deadline. Saya sendiri melakukan submit seminggu sebelum tenggat. Selain itu, edittingesai juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk benar-benar mencapai tulisan yang matang dan siap upload.

 

BERSAMBUNG….. ^^  Next Menulis Esai….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat