Hadyan

More Than 4 years of experience in teaching TOEFL 630

Hi guys! My name is Hadyan, I live in Bali and I work at a beautiful villa during the day.

My former students told me that I am very patient, and I love teaching so I that can meet many interesting people like you. I’m always in a good mood, I am confident and I truly believe that teaching is a performing art. I am capable of accomodating various students’ needs and I have had many happy students before. Most of them said that I am fun to study with, that I have broad knowledge, and that I can explain difficult things in easier way.

I have always been naturally surrounded by English, I’ve had 4+ years of experience in teaching, I scored 630 in my TOEFL (I heard that was the highest in Indonesia during that session!). I went to Brawijaya University and I got my degree in French literature (so yes, I can also tell you a bit about French if you’d like to know).

I have many other interests outside of English when I am free, feel free to talk with me about rock/metal music, mountain biking, outdoor adventure, photography and video games.

2nd Conditional Tenses

Conditonal tenses atau if clause adalah pola pembentukan kalimat untuk menyampaikan makna pengandaian atau hal yang sebenarnya tidak atau belum terjadi. Dalam bahasa Indonesia kalimat seperti ini sangat sering digunakan dalam percakapan seperti “kalau”, “jika”, atau “seandainya”. Dalam bahasa Inggris semuanya bisa diterjemahkan sebagai if, namun kata kerja yang mengikutinya harus disesuaikan dengan situasi yang sebenarnya. Karena itu, pada tingkat dasar terdapat tiga kategori dari conditonal tenses. Namun dalam tulisan ini saya hanya akan fokus membahas kategori kedua atau 2nd conditional tense saja.

2nd conditional tense digunakan ketika kita akan menyampaikan hal yang sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi atau bahkan mustahil. Misalnya seperti, apakah kamu memiliki sayap? Seandainya saja saya memiliki sayap, maka (then) saya akan (would) terbang (fly) setiap hari. Maka saya bisa mengatakannya dengan: If I had wings, then I would fly everyday.

Saya adalah seorang guru bahasa Inggris, namun terkadang saya berimajinasi bahwa saya adalah seorang astronot. Seandainya saya adalah seorang astronot, saya ingin sekali pergi ke planet lain. Maka dalam bahasa Inggris saya bisa mengatakan: If I were an astronaut, then I would go to another planet.

Dari kedua contoh di atas, dapat terlihat dalam situasi apa kita menggunakan bentuk 2nd conditional ini. Perhatikan kata-kata berwarna merah, itu adalah pola atau rumus yang kita gunakan untuk membentuk kalimat ini dengan benar.

IF
SUBJECT ( I/you/they/we/she/he/it )
VERB 2 ( was/were, had, took, went, did, ate, etc ) –> Selalu dalam bentuk simple past (Verb 2) walaupun maknanya adalah masa sekarang.

…., then…
SUBJECT ( I/you/they/we/she/he/it )
WOULD
INFINITIVE ( be, have, take, go, do, eat, etc ) Kembali ke bentuk dasar/present atau Verb 1

Sekarang, mari bayangkan hal-hal lainnya yang tidak mungkin terjadi atau sangat kecil kemungkinannya.

Apakah kamu penggemarnya Bruno Mars ? Apa yang akan kamu lakukan jika dia datang ke rumahmu ? Karena hal ini kecil sekali kemungkinannya untuk terjadi, maka kita bisa mengatakan : If Bruno Mars came to my house, I would take a picture with him.
Seandainya saja Bruno Mars datang (present: come, past: came) ke rumah saya, saya akan mengambil (present: take, past: took) foto dengannya!

Penyanyi Beyoncé adalah seorang perempuan, namun dalam salah satu lagunya dia mengandaikan bagaimana jika seandainya dia adalah seorang pria. Maka ia menyanyikan: If I were a boy, I would listen to her.
Seandainya saja saya adalah (present: am/is/are, past: was/were) seorang cowok, saya akan benar-benar mendengarkan (present: listen, past: listened) ketika ada yang bercerita.

Sekarang, apakah kamu sekarang memiliki uang sebanyak Rp 1.000.000.000.000 di dompet? Seandainya saja iya, apa yang akan kamu lakukan? Silakan lengkapi di bawah ini: If I ……… 1 billion rupiah, I ……… …………. .

Jika sudah, silakan dicek dengan jawaban saya di bawah:

If I got 1 billion rupiah, I would travelthe world.
*Tidak perlu sama persis karena yang penting adalah penggunaan bentuk simple past (dalam contoh ini: got), would, dan kata kerja infinitive (dalam contoh ini: travel).

Kalau sudah benar, selamat! Kamu baru saja mempelajari bentuk 2nd conditional. Sekian dari saya, semoga bermanfaat, sampai bertemu di kelas-kelas berikutnya.

 

[Total: 0    Average: 0/5]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *